Halaman Yang Ada Di Blog-ku

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Desember 2012

Kepada Orang yang Meniupkan Rindu

Belakangan, jadi ndak ngeblog lagi..

Molla.. Aku bingung, kenapa setiap kali menulis selalu saja yang teringat kamu. K-A-M-U. Bukan yang lain..



Aku ingin melupakanmu..

Tapi sebagian tak ingin terlepas dari mu..

Tak ingin bayanganmu yang indah hilang dari pandagan mataku..


Entahlah..

Ada yang bilang, "Jika kau ingin melupakan seseorang, maka jangan lupakan."

Kurasa itu benar, tapi..

Selalu saja,

Setiap kali aku hampir berhasil melupakanmu..

Nyaris..


Kau meniupkannya lagi..

Angin rindu yang membuat

Aku ingat lagi padamu..


Tapi, kau mungkin bahkan tidak tau yang kau tiup tadi adalah rindu

Tidak tahu caramu berjalan tadi menarik perhatianku..





"Tidak tahu, disini ada orang yang begitu merindukanmu."



Rabu, 12 Desember 2012

Kepadamu Dimusim Hujan Ini

Ini bukan sebuah tulisan hangat yang baru saja 'diangkat' dari kompor, tinta pulpennya pun sudah lama kering..


Hanya saja, ketika membuka dairy seorang gadis kecil yang tak berhenti mencintaimu --yang kebetulan namanya adalah AKU--


Beginilah curahan hati gadis itu :

,

,

,

,

,

"Musim hujan akan segera tiba..

Rintik air hujan yang membentuk hujan deras sudah dilimpahkan langit sore ini,

Ditengah jatuh hujan pertama..

Aku menikmatinya dalam perjalanan pulang,


Dengan komik Daddy Long Legs di jok motor..

Pulang dari sebuah tempat favorite yang selalu sepi..

Sambil melihat seseorang mengayunkan kakinya dengan ringan..


Aku hanya melihat...

Tenang...

Aku masih memikirkanmu..

Tentu saja...

Rupanya..
 
Musim hujan kali ini datang terlambat,

26 hari sebelum hari lahirmu :)



Tapi aku harap, kau tidak terlalu terlambat menyadariku yang sepertinya sudah disini sejak lama..

Keong-keong yang paling kubenci akan segera turun,

Tanah-tanah akan sering basah sekarang..

Bau hujan akan rutin tercium..

Panas akan berubah jadi dingin..

Itulah perubahannya,


Aku dan kamu?

Kamu tanya apa berubahan kita?

Tidak ada.

 Aku tetap mencintamu,

Dan kamu tetap tidak tahu..."








"Aku tetap mencintaimu..

Dan Kamu tetap tidak tahu." 

Kamis, 06 September 2012

Poem - Kami Gadis Abad 21



Kami Gadis Abad 21



Kami wanita  belasan tahun

Usia kami sudah tua, mungkin

Tapi jiwa kami, belasan tahun

Kami wanita-wanita yang terkungkung dalam lengkung kehidupan

Yang terbelenggu dalam besi-besi berminyak

Yang berlinangan bau asap

Yang terkubur tanah panas




Bukan..

Kami terbelenggu bukan oleh kejamnya zaman

Tapi oleh panasnya wajan

Panci-panci penggorengan

Panasnya minyak dan kepulan asap dapur

Terpendam dalam sisa-sisa arang kayu bakar




Bukan..

Kami bukannya tidak rela

Kami tau.. itu takdir dan tugas kami





Tapi.. ayolah!!

Kami gadis abad 21

Kami anak-anak Kartini yang merdeka

Kami juga ingin disibukkan profesi

Juga ingin memiliki berbagai gelar dipundak

Sarjana, Megister, Doktor! Bahkan Profesor!

Juga ingin terkena semangat terik matahari

Menatap batas laut dan daratan

Menerawang negeri seberang

Menjelajah bola yang disebut dunia






Kami ini gadis abad 21

Gadis-gadis merdeka

Yang punya kemampuan untuk diperlihatkan

Punya dua kaki untuk berjalan tegap sendirian

Punya dua mata yang sama sekali tidak buta akan asa

Dan yang paling penting

Kami punya mimpi








*semangat!!! ^,^
19.08.12

20.14

Sabtu, 26 November 2011

HANYA SEBUAH BAYANGAN


ceritanya saya lagi buka-buka postingan blog saya yang duluuuuuu banget,, ada banyak puisi-puisi,, jadi inget sama ini puisi,, kalo gag salah ini tugas bahasa Indonesia, jadi pengen ngepost.
trus waktu saya cari-cari,, eh ternyata masiha ada teman-teman...
bingun sendiri baca ini puisi,, maksudnya apa ya? kesambet apa saya waktu buat puisi ini,,

HANYA SEBUAH BAYANGAN


Saat kau membutuhkanku
Ku selalu ada disisimu
Menjadi pendengar meski tak pernah didengar
Menjadi orang yang selalu ada meski tak pernah dianggap ada

Selalu menemanimu, mendampingimu
Meski kau tak pernah menghargaiku
Aku lelah menjadi bayang dirimu
Menyembunyikan sisi lain diriku

Diriku yang membutuhkanmu
Kini setelah ku rapuh
Setelah aku tak punya kekuatan untuk teguh
Setelah hatiku beku akan sentuhmu

Kau memintaku
Meminta perlindunganku
Meminta kekuatanku
Memintaku menjadi bayang dirimu, lagi

Tapi aku tak punya
Sekarang, setelah kau membuangku dulu
Aku tak punya lagi apa yang kau mau
Karena aku bukan lagi aku, Aku bukan lagi sahabatmu

Other Information

Ikuti Terus Blog ini ya...
Oiya,, bagi para pengikut,, Add FB aku juga ya.. di Indriyanti Agutina Putri dan my twitter @2096park