Halaman Yang Ada Di Blog-ku

Tampilkan postingan dengan label Ocehan Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ocehan Saya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2015

Tentang yang Baru Datang dan yang (mungkin) Akan Pergi

.
.
.
Malam Sebelumnya,
.
.
.
Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum. Aku suka kamu. Kamu suka dia. Aku tahu. Yasudah. Lantas kenapa? Kita sudah sama-sama dewasa. Aku terima. Tapi aku tetap berdoa dan percaya pada Sang Penulis Cerita. Kalau kamu jodohku pasti akan kembali lagi. Kalau tidak, yasudah, berarti orang lainlah jodohku. Yang pasti, Sang Penulis Cerita telah membuat akhir cerita paling indah untuk setiap hambanya. Amiin. Wassalamualaikum.





.
.
.
Keesokan paginya,
.
.
.
Dia datang lagi. Dan aku ternyata adalah batu karang. Memang tidak cantik. Aku hanyalah seonggok batu yang tampaknya tak terlalu baik. Aku sudah disini. Mencintai laut, sejak kemarin, kemarin, dan kemarin. Hingga pelangi muncul di langit mendung. Dengan senyuman ia memberikan harapan-harapan baru padaku. Membuat aku ingin menggapai. Hingga mimpi membangunkanku, aku hanyalah seonggok batu karang, yang tak bisa jauh-jauh dari lautan. Edit: Rainbow and Ocean (Ruth Priscilia Angelina, 2012)

Senin, 22 September 2014

Hi

Hi.. I'm Still Here. Because you lock me in. Because you pull me when i'm ready to go.

Hi.. I'm Still Here

Rabu, 19 Desember 2012

Kepada Orang yang Meniupkan Rindu

Belakangan, jadi ndak ngeblog lagi..

Molla.. Aku bingung, kenapa setiap kali menulis selalu saja yang teringat kamu. K-A-M-U. Bukan yang lain..



Aku ingin melupakanmu..

Tapi sebagian tak ingin terlepas dari mu..

Tak ingin bayanganmu yang indah hilang dari pandagan mataku..


Entahlah..

Ada yang bilang, "Jika kau ingin melupakan seseorang, maka jangan lupakan."

Kurasa itu benar, tapi..

Selalu saja,

Setiap kali aku hampir berhasil melupakanmu..

Nyaris..


Kau meniupkannya lagi..

Angin rindu yang membuat

Aku ingat lagi padamu..


Tapi, kau mungkin bahkan tidak tau yang kau tiup tadi adalah rindu

Tidak tahu caramu berjalan tadi menarik perhatianku..





"Tidak tahu, disini ada orang yang begitu merindukanmu."



Sabtu, 15 Desember 2012

The Mirror




When I face the mirror..

And look at my reflection..

My tears is dropping..

Because..

I saw,,

My eyes..

How deep "I Miss You"..



Jumat, 14 Desember 2012

Kamis, 13 Desember 2012

Bacalah saja dulu, nanti kalian akan tau, apa judulnya..

Hari ini...
ketika akan pulang dari satu tempat, satu-satunya tempat dimana aku bisa bertemu denganmu.. tiba-tiba hujan turun..

Dan entah kenapa kakiku melangkahkan kaki berteduh di seberang..

Alangkah kagetnya akan ketika dalam perjalanan ke seberang, mataku bertemu denganmu..

Kamu yang sedang menenteng tas, juga menunggu hujan reda, di tempat tadi..

Tempat yang aku tinggalkan.




Haaahh... Kenapa waktu dan tempat kita tidak pernah cocok? Kenapa kita tidak bisa ada dalam satu ruang yang sama..

Ketika sampai diseberang, aku mencarimu ditengah tirai hujan,

Tapi rupanya kamu telah pergi..

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya aku pun pulang..

Meninggalkan tempat dimana kita bertemu...

Lalu, yang paling membuatku penasaran sekarang..


Apakah, seandainya aku disana sebentaaar lagi saja, akankah bertemu denganmu?

Jika ternyata kamu hanya sedang pergi kesuatu tempat, dan akan segera kembali,,

Tapi sayangnya..

Aku sudah terlanjur sampai dirumah dengan basah kuyup sekarang..

Menggenggam secangkir teh hangat, sambil merenungi penyesalan..


Kenapa aku tidak bisa disana saja sebentar?

Kenapa aku tidak bisa disana dan sekedar menyapamu?


jadi, tulisanku kali ini akan aku nama i...




"Untuk kesekian kalinya aku meninggalkanmu"

Rabu, 12 Desember 2012

Kepadamu Dimusim Hujan Ini

Ini bukan sebuah tulisan hangat yang baru saja 'diangkat' dari kompor, tinta pulpennya pun sudah lama kering..


Hanya saja, ketika membuka dairy seorang gadis kecil yang tak berhenti mencintaimu --yang kebetulan namanya adalah AKU--


Beginilah curahan hati gadis itu :

,

,

,

,

,

"Musim hujan akan segera tiba..

Rintik air hujan yang membentuk hujan deras sudah dilimpahkan langit sore ini,

Ditengah jatuh hujan pertama..

Aku menikmatinya dalam perjalanan pulang,


Dengan komik Daddy Long Legs di jok motor..

Pulang dari sebuah tempat favorite yang selalu sepi..

Sambil melihat seseorang mengayunkan kakinya dengan ringan..


Aku hanya melihat...

Tenang...

Aku masih memikirkanmu..

Tentu saja...

Rupanya..
 
Musim hujan kali ini datang terlambat,

26 hari sebelum hari lahirmu :)



Tapi aku harap, kau tidak terlalu terlambat menyadariku yang sepertinya sudah disini sejak lama..

Keong-keong yang paling kubenci akan segera turun,

Tanah-tanah akan sering basah sekarang..

Bau hujan akan rutin tercium..

Panas akan berubah jadi dingin..

Itulah perubahannya,


Aku dan kamu?

Kamu tanya apa berubahan kita?

Tidak ada.

 Aku tetap mencintamu,

Dan kamu tetap tidak tahu..."








"Aku tetap mencintaimu..

Dan Kamu tetap tidak tahu." 

Senin, 10 Desember 2012

You + Me = Friendship :)

Sabahat bagiku adalah...




Yang akan aku ingat ketika aku ingin menceritakan sesuatu... seperti "Kamu tau, si dia tadi nyapa aku!" atau "Uh, kayaknya nilai ulangan ku turun deh.."


Sabahat adalah orang yang ada bukan hanya ketika kau panggil, tapi juga ketika kau tidak ingin bertemu dengannya


Yang akan memberikan nasihat padaku ketika aku salah, bukan sentakan atau hinaan. Seperti "Harusnya kamu belajar lebih giat." dan menawarkan solusi seperti "Mau belajar bareng?"


Yang ketika aku dan kamu makan bersama, kita akan memesan makanan berbeda, agar nanti bisa berbagi.. "Kamu puding vanilla? Kalau begitu aku coklat"


Sahabat adalah orang yang selalu aku ingat..


Yang akan ikut masuk kedalam air mencari antingku yang hilang, yang akan membantuku jujur pada orang tuaku tentang masalahku, yang rumahnya akan menjadi rumah kedua bagiku..


Sahabat adalah kamu yang selalu mendukung setiap keputusan yang sekiranya baik untukku, dan akan mengkoreksi keputusan sekiranya itu salah..


Yang aku percaya aku tidak perlu menjadi orang lain didepannya..


Yang aku percaya untuk menceritakan semua masalahku..


Sahabat adalah orang yang aku percaya tidak akan pernah membenciku ketika aku melakukan hal yang tidak sama dengannya..





Dan yang terakhir..

"Sahabat adalah orang yang aku percaya..
Aku percaya bahwa kamu juga menganggapku sahabatmu, sama seperti aku menganggapmu sahabatku :)"

Sabtu, 08 Desember 2012

Kau memang bukan embun, kan?

Pagi ini aku bertemu embun :)










Kesukaanku,

Aku tak tau apa kau menyukainya atau tidak..

Karena, Kau... tidak pernah mau menunjukkannya pada siapapun

Atau memang tak mau ingin aku tau..




Embun itu mengentuh ujung jemari tanganku..

Hinggap di bulu tangan yang kedingingan.. seperti butiran salju yang tipis.. meski memang aku belum pernah
berjumpa dengan salju.




Sementara embun singgah dibulu mataku, membuat wajah terasa dingin saat berkedip..

Beberapa embun lain hinggap di hatiku..

Semakin dekat..

Embun ini memang semakin dekat..

Tapi sepertinya kau semakin jauh..





Tak apa, toh bukan salah embun.

Toh, kau memang bukan embun, kan?

Tak apa.. yang penting kenanganmu juga ikut mendekat :)




Kita.. Kita tetap berjauhan.. tak saling bicara, tak saling sapa, dan tak saling mengucap selamat..

Tapi pagi ini.. karena embun,
kenangan tentangmu bertemu perasaan rindu padamu
Di dalam hatiku..





"matahari, bolehkah untuk hari iniii saja, kau datang terlambat.. biarkan kenangan dan rindu bertemu dan menghapus kangen sekejap."





"biarkan aku, mengingat sedikit saja tentangnya."

Hahahaha :D

Kalo ada yang baca tulisan ini, dan langsung scroll ke bawah.. silakan tertawa terbahak-bahak... heran juga kenapa gue bisa nulis beginian..

jadi latar belakang gue nulis ini adalah, karena banyak temen-temen yang pada curhat soal wajah gituu... emang sih, diusia remaja kayak kita ini rentan banget kena sindrom pengen-punya-wajah-putih :D

Tapi mau gimana? inilah fakta yang terjadi teman-teman,, remaja cewek pada usia 15-18 tahun cenderung cuma peduli sama warna kulit. Gak jarang juga ada yang nggak peduli tu muka bakal jerawatan, kasar, berminyak.. sampek pori-pori besar. yang penting putih(titik)

kebetulan pengen curhat juga nih, dulu sampek kelas 1 SMP tu, gue baru dibolehin pake produk-produk kayak gitu u,u pertama kali pakek, tentu si kotak pink... dan setelah 3 tahun pemakaian rasanya nggak ada perubahan apa-apa*ups. Trus coba si kuning mencolok, kalian tau kenapa? karena waktu itu lagi demen-demennya sama warna kuning, udah itu aja. pake itu sekitar enam bulan enak sih sebenernya, tapi makin lama malah keliatan makin kusem -,-.. terus-terus ganti ke produk biru ber-ekstrakkan apel, rasanya wajah tu berasa nggak enak banget, nggak bisa nafas dan pori-pori itu kayak kesumbat, jadi setelah nggak ada 2 bulan ndak sanggup ngelanjutin lagi T,T

dan... setelah beberapa hari pakek sabun yang nggak ada juntrungannya, akhirnya mutusin buat pake OLAY. Karena baru pemula, mikirnya pake krim Olah Natural White Light dulu dengan pembersih Olay Natural White Facial Foam... ini nih facial foamnya :)


dan karena bentuk nya itu cream dan kulit aku jenis yang berminyak jadi pengen pindah ke Olay Natural White Rich yang teksturnya lotion tapi pembersihnya teteuup :D ini dia lotionnya :)



dan-dan-dan... tadi sore di ajak mamake belanja, sekalian deh beli Facial Foam yang udah abis lebih dari satu bulan lalu (selama ini terpaksa pek punya mamake -_-). dan tiba-tiba hati kecil ini berkata pengen pindah ke Olay White Radiance, tapi yang seri murah lhooo... yang bisa dijangkau kantong yang dangkal ini :D dan inilah dia rangkaiannya..
 ini facial foamnya :D

krimnya :D Olay White Radiance Intensive Whitening Lotion

karena baru dipakek sore ini, jadi belum tau hasilnya, tapi kayak berasa makin halus deh.. lebih nyaman dikulit karena ini lotion di peruntukan wajah kombinasi atau berminyak :D

well, kalo ini berkerja ndak perlu lagi deh keperawatan di salon-salon... ndak punya uang kakakkkkk!! T,T rencana sih pengen beli Night Cream nya sekalian, biar All-out gituh... tapi,, eum.. entaran dulu yah? ngumpulin uang ini *ngitung recehan

udah bercerita banyak banget tentang OLAY hari ini,, serasa jadi sales mendadak -_- well, selamar membaca dan semoga membantu*tiriiiing

Jumat, 07 Desember 2012

Kalau bukan untuk takdir, kenapa harus bertemu?

Kini, aku menerka-nerka..

Kapan dan Bagaimana lagi kita bertemu?

Di saat turun hujan dan tak sengaja meneduh ditempat yang sama kah? Mengingat ini musim hujan, kesukaanku..

Di sebuah perpustakaan dan diantara berjuta buku, kau mengambil buku yang membuat mata kita bertemu kah? Seperti di berbagai FTV itu..

atau..

Di sebuah persimpangan jalan dimana kau menabrakku dan membantuku berdiri? Seperti diberbagai Drama percintaan sekolah..

Atau... dengan tidak sengaja kita mengambil snack yang sama saat berada di supermarket?



Diantara bermilyaran kalau boleh dibilang, tempat dimuka bumi ini.. kira-kira dimana kita akan bertemu?

Bagaimana kah? Saat kita saling terburu-buru sehingga tak sempat menyapa?

Saat aku menangis sehingga kau menawarkan sebuat sapu tangan berinisialkan namamu di tepinya?

Atau... saat kau dan aku bersama seseorang yang kita cinta nantinya?



Uh..

Kenapa aku pikirkan itu..

Akankah kita bertemu atau tidak..

Kapanpun dan Bagaimanapun kita nanti bertemu?

Semanis apapun..



Tak kan berguna, jika kau bukanlah orang yang ada diseberang benang merah yang terikat di kelingkingku..



Jika kau bukan orang yang jari kelingkingnya terikat benang merah tak terlihat yang disebut takdir, kapan dan bagaimana kita bertemu.. takkan jadi masalah..

Kamis, 06 September 2012

Before Physic Exam

Halooooo.... sesuai dengan judul diatas.. ya readers semua, besok saya ada ulangan harian Fisika dan saya malah kena setan blog :D

ini berawal ketik adek kelas saya www.linanurdiana.blogspot.com minta saya buat ngefollow blognya, tapi saya justu bingung gimana caranya *aduh! jadi malu nih... abis tampilannya tampilan baru sihh.. kan aku nya bingung u,u

saya menulis sambil sedikit ngerapal-rapal mantra keyboard gitu, soalnya ini mata lagi ndak pake kontak lens dan as you know *kalo know, saya kan lagi alergi kacamata. ini baru dipake dua hari langsung timbul lagi bercak-bercak merah gitu. setelah diperiksa mending diobati 2-3 minggu dulu, baru dikasih kacamata u,u

hahaha... satu lagi project FF berhasil saya selesaika... apakah belum saya post disini? tunggu tanggal mainnya yakk..
COMING SOON!
Title: Scar
Author: Park In Ri
Genre: Romance, Angst

dan-dan-dan... kalian tau Local disk E saya *yang tak namain Han Hyo Mun *tapi pake hangul, warnanya sudah merah pemirsa!!! penuh dengan drama-drama dan banyak diantara mereka yang belum tak tonton, ada To the Beautifull you, Bridal Mask, I Love Lee Tae Ri, Arang, I Do I DO, dan tidak ketinggalan Time Slip Dr. Jin *yang dari dulu belum saya jamah T,T

dan mungkin untuk belakangan ini saya nggak bakalan bisa namatin semua drama itu, well... ada acara MGK begitu di sekolahan dan sebagai kru mading yang baik, harus fokus ke mading dulu deh... mulai besok ni kerja, semoga tidak seperti tahun lalu yang sampe pulang malem gara-gara 3D mading. u,u

dan juga, besok saya ada KIR teman-teman.. salah satu ketidak enakkan menjadi wakil ketua KIR adalah anda tidak bisa*enak membolos. hahaha... apalagi ada adek-adek kelas juga teman seperjuangan yang sama-sama *dan tidak lebih imut dari saya :D apalagi yaaa...

oh iya, tadi sekolah karena ada nyaris 3 jam pelajaran kosong, jadinya kami semua *para murid-murid durjana duduk diatas meja dan bergerombol mendengarkan cerita hantu.. hahah :DD ya, cerita hantu! hiiii... padahal ini malem jum;at nah looooo....

eh, tunggu dulu deh. emang kalian udah saya ceritain belum sih, tentang kelas saya yang baru? yaaa....... bilang dong kalo belum tak ceritain! huuuu..
begini nih ya... saya itu masuk ke kelas XI-IPA 1 *jeng-jeng-jeng masih banyak yang salah paham sama angka 1 di kelas saya, dahulu itu kelas adalah kelas unggulan, dan banyak orang yang masih mengira begitu hingga sekarang, padahal kami semua hanya sekumpulan C.O.F.F.E.E. (Comunitty Of First Excact Extraordinary) bener kagak ya ini tulisan.. pokoknya gitu deh... dan-dan dan... temen-temen disini itu juga punya banyak sifat yang bermacam-macam kayak waktu di kelas X, complicated gituuuuhhh* H-nya pake qolqolah :D
dan kelas kami adalah dipojokkan dekat makam pahlawan dan teman diatas kantin yang kadang juga terdegar alunan lagi dari para anggota paduan suara yang latihan disana "kemesraaaaan iniiiii... jangan lah cepat berlaaaalu" *sing :D

uh, saya perlu cerita apa lagi yak? kayaknya udah itu doank! EH TUNGGU!!! pernah tak ceritain kalo aku pernah baca suatu novel yang judulnya AKATSUKI? karangannya mbak Miyazaki Ichigo? saya baca novel itu hasil pinjaman dari Ninin :D dan setelah baca itu novel mengena banget, dan sampe ketika liat judul novelnya sama tapi covernya beda, saya buka-buka itu novel dan ternyata cuma sampulnya doank direvisi, SAYA PENGEN BANGET ITU BUKU! dan beberapa minggun kemudian, ketika nemenin Hana ke toko itu, dia tak rekomendasikan beli itu buku dan parahnya itu malah membuat saya PENGEN BANGET SAMPEK MENTOK sama itu buku!! sampe ya, saya berantem tuh sama bapakku sing paling ganteng dewe gegara minta beliin itu novel buat kado ultah saya yang ke 16 tgl 20 Agustus lalu u,u... tapi akhirnya beberapa hari yang lalu tepatnya hari minggu *kalo nggak salah. si Izda beli itu novel dan ditunjukkin ke saya. otomatis dong, saya jadi teriak-teriak nggak jelas akhirnya saya minta buat beli novel itu, dan si Izda ngasih; you know me soooo well dah, Da :*

oh iya, ngomongin tentang ulang tahun ke 16 aku, terimakasih untuk Cho Hyun Woo Oppa yang mengucapkan untuk 1st kali, meski setelah itu ndak pernah muncul lagi T,T.. Jauza, Azaria, Bila dan teman-teman laiiin... sampe yang terakhir :D makasih-makasih :DD

udah ya? saya mau shalat isya' trus abis itu belajar fisika buat ulangan besok..

doakan belajarnya berguna dan besok ulangannya dapet bagus ya raaders? ya-ya-ya?? ayolah...
yahh??? aku kasih cium deh? :* -ini mah namanya titik dua bintang-

jangan lupa do'ain lhoooo.. kan udah tak kasih cium :]

oke-oke... makasih buat yang udah baca postingan ini, dan lebih makasih lagi buat yang mau do'akan saya buat dapet nilai bagus diulangan besok *masih aja keukeuh :DD

hehehe...
okeh-okeh...

baiii-baiiiii :]]
(^,^)(..*) dadaaaaaa...

^^;;;

Rabu, 18 Juli 2012

For A Boy Who's Already 20th :)

 From A Little Boy ===================>

  To A Handsome Man =================>



No matter what happen, I'm as a TAEMINTS Indo (and i believe, many other) will always loving you.
I'm loving you, because you are :))



"Saeng-il chukae, Taemin Oppa! :* Be happy and get your best in your 20th, ne? :)

 

 

With Love

TAEMINTS Indo"


Rabu, 13 Juni 2012

Titik Dua Kurung Tutup

Mmm..
mmm..

안녕하세요, 사람들??!
bagaimana kabar kalian? ᄏᄏᄏ...
mmm.... sudah luaaaama ndak posting yak? kangen nggak sama saya? ^^)("  #plak!
apa ya.... lagi iseng aja, biasanya modem sibut dipake buat download setiap hari sampe sekarang ndak ada yg bisa di download lagi :) jadideh browser tercinta ini penuh dengan berbagai jejaring sosial kayak www.facebook.com , www.twitter.com juga www.me2day.net dan ndak lupaaaaa www.blogger.com :)


ayolah, saya bingun mesti ngomong apa,, saya udah selesai nonton berbagai drama korea kayak The King 2 Hearts, Rooftop Prince, dan Love Rain. masih ada Fashion King, Time Slip Dr. Jin sama Queen In-Hyuns.. thank to Mbak Kus (temennya si www.facebook.com/sisasolasido :) dan juga www,catatan-anikatik.blogspot.com www.tomcatz.in juga www.moviespsuut.blogspot.com hehehe.. maaf juga soalnya nampangin link tanpa izin..

udah baca Sunshine Becomes You-nya Ilana Tan, tapi masih ada tanggungan Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah-nya Tere Liye. maafkan temanmu ini, (minjem buku, tapi susah ngembaliinya) ^^

besok mau rekreasi nih, bareng temen2 sekelas!! eyeyeyyeyeee!!! sayang ini judulnya rekreasi perpisahan huks,huks,huks... :'( iya, tahun ajaran 2011/2012 kan udah mau abis nih... jadi setiap kelas di www.sman1bojonegoro.sch.id bikin acara rekreasi sendiri gitu deh... besok kita mau liat2 kembaran masing2 yang udah terpisah sekian lama dari bayi hahahahaaa!!! :D

Justru itu yang bikin bingung! udah selesai packing-packingnya.. jadi yang bisa dilakukan cuma nulis2 nggak jelas...

ngomong2, ternyata enak juga ya nulis kayak gini... hehehe.... jadi kerajinan... berhubung bejibun FF saya terancam jamuran nggak saya gubris demonya buat minta diterusis,, (habis ndak ada feel).. apakah mending saya nulis di www.park-inri.blogspot.com ato www,han-hyomun.blogspot.com yak? *sekali-kali promosi blog sendiri ndak papakan.. dari tadi blog orang terus niiiihhhh... hehehee...

ya udah, deh... ini jari-jari udah mulai mengeras. dengan di temani lagu Lolipop by BiggBang ft. 2ne1 *buset! jadul, Bok!* saya mengucapkan sampai ketemu lagi....

oh iya, semoga cepet sembuh buat Azaria D.P.S sama Nurul A. M. yang abis kecelakaan ringan, dan teman2 lain yang ndak bisa ikut rekreasi besok.. diusahain dikasih oleh2 deh! :) *tapi bukan dari aku, noh anak2 yang lain! ndak tau cuma dikasih 100rp sama Eomma :'(... ada sih uang 200rp an, tapi kan buat nonton SWC tahun 2013 entar... huaaaa!!!

Nah loo, kok ndak selesai2 ya? udahlah! kalo ndak disudahi jadi makin panjang nih, disambung lain kali lagi ya? *readers: ndak usah juga ndak pa-pa kok, bikin rusuh doank lu, thor*

dadaaaaaaaa
NP: We Belong Together _ Bingbang ft. Park Bom 2ne1

*udah ganti lagu ceritanya, habis playlist I Need A Girl dari Taeyang BigBang

있는 축복
충족하는

:*
^^;;;
:)
)(^^)( *paipaiiiiii

Selasa, 27 Desember 2011

My Feel For U

Tuhan.. bisakah katakan padanya??


"Tolong kau yang disana
yang aku harapkan

tolong menyingkirlah dari pandanganku
tolong kau yang disana
yang aku rindu
tolong menyingkirlah dari pendengaranku
tolong kau yang disana
yang aku cintai
tolong menyingkirkan dari hidupku"
...
...
sejenak aku ingin berkata begitu,,
tapi
...
...
tiba-tiba aku mengkhawatirkanmu,,
"Kau, apa kau baik-baik saja?
Apa kau sehat?
Kau makan dengan baik kan? Aku tau kau tidak bisa melakukan apapun jika perutmu lapar.
Kau, jangan makan pedas, berminyak atau dingin juga panas berlebihan, nanti kau bisa terkena radang tenggorokan.
Kau, apa kau istirahat dengan baik? Tidurlah dengan cukup, meski aku tau kau memiliki syndrome tertentu tetaplah coba untuk tidur.."
...
24 des : A Lot Of Message
25 des : No One
25 des : A Lot Of Mesage
27 des : No One
Apakah ini sebuah pola?
...
aku menjadi sentimentil dengan warna biru sekarang, jadi ketika aku membuka account facebook-kuyang memang ber-background biru aku teringat padamu,
aku menjadi kesal karena selalu ada namamu di chat box-ku tapi tak pernah ada titik hijau disampingnya,
aku menjadi resah ketika melihat nomormu di handphoneku yang bahkan belum aku simpan hingga sekarang karena aku tidak tau harus menamakannya apa,
bahkan ketika melihat apapun yang tidak berhubungan denganmu, aku tetap mengingatmu,
aku bisa menjadi gila jika begini terus,,
...
kau percaya?
ketika aku mencoba menyelesaikan karanganku
yang muncul adalah kamu yang menasihatiku
membuat feel ku dengan tokoh utama pria hilang
tergantikan olehmu yang semakin mendesakku untuk menghilangkannya
...
Setiap pagi, yang ku nantikan adalah
SMSmu di hari kemarin yang tidak terkirim padaku karena kesalahan Operator, seperti beberapa hati lalu

Setiap siang, yang aku nantikan adalah
update statusmu di Account Facebook-mu, seperti beberapa minggu yang lalu

Setiap sore, yang aku nantikan adalah
pertanyaanmu yang menanyakan kabarku, seperti kemarin

Setiap malam, yang aku nantikan adalah
menanyakan apakah aku sudah tidur atau belum, seperi kemarin lusa

...
Kau bisa tiba-tiba menghilang dan mengulurku,,
namun,
kau bisa tiba-tiba muncul dan menarikku..
...
kita,
seberapa dekatpun kita,
kita tidak akan bisa bersatu,
karena cinta yang tidak tercapai tetap dinamakan cinta..
tetap dinamakan cinta,
meskipun ktia hanya sama-sama tau perasaan kita,
tapi ini semua tidak bisa lebih
tidak bisa ada hubungan yang mengikat kita sekarang..

Sabtu, 05 November 2011

Lama tak berjumpa kawan-kawan semua....

Anneyong haseyo?!!!

sudah lama tak berjumpa?
maaf telah menjadi orang durhaka yang lupa ama blog-nya.. kesenengan sama modem baru,,
hingga akhirnya,,
kualat ama tu modem,
si modem ketendang ama adik saya,, jadi deh tu modem almarhum,,
huhuhu,,, (nangis dipemakaman modem)

tapi-tapi-tapi,,
saya udah beli modem lagi, dan janji nggak bakal ngulangin kesalahan yang sama,,
cinta banget dah ama modem!!!!!

jangan tanya keadaan saya, karena yang pasti saya bakal ribet ngejelasinnya,,
saking lamanya gag posting
(sekali lagi saya minta maaf..)
 secara garis besar, saya baik-baik saja...
dan..
dan..
dan..
sejak terakhir post mpek sekarang, saya udah bikin 3 judul FF, dan 2 FF dalam proses..
saya bener-bener niat jadi tukang bikin FF, bahasa kerennya ma Author..

ohiya-ohiya,,
selain blog ini, saya juga punya blog lain -makin diacuhin dah ini blog-
engga kok engga, blog yang ketiga itu isinya cuma FF doankkkk.. kalo ini lebih ke diary,,\
trus blog yang pertama gag tau deh bakal dibuat apam -galau kebanyakan blog-

yang jelas sekarang lagi gencar-gencarnya tes penjurusan buat masuk IPA or IPS,, kyaa!!!!!!
kalo udah mikir tentang itu, pasti jadi galau..
pertama, pengennya saya mau masuk IPA, tapi takut kecapean,,
dan-dan-dan,, nilai saya cenderung bagus di IPS..
tapi saya kan disuruh si Ummi kuliah dipertanian,,
saya mah sebenernya nggak pengen, (pengennya di Hubungan Internasional/Hukum/Psikologi) tapi ya berhubung saya anak yang berbakti --dari pada nanti kagak dikasih makan?- yah saya terima aja lah...


yang penting,,
MAJU TERUS K-POPers Indonesia,,
dikelas saya udah hampir separo yagn jadi K-popers. itu berkat usaha keras saya, dan teman-teman lain (bibik, Iis, Umma, Fela, dkk, dll, dsb, dst..)

udah ah, udah di obrak-abrik si Ummi, buat sholat ashar..
kita ketemu kapan-kapan lagi,
oke??
ddaaa!!!
annyeong!!!!!









Double Mask For Double Face 2 -part2-


Author POV
In Ri berjalan melewati lorong-lorong panjang sambil menggenggam rangkaian bunga anzu, tidak seperti biasanya dia selalu membawa bunga matahari. Ya, musim panas sudah berakhir. Musim telah berganti, begitu juga bunga yang digenggam In Ri. Namun In Ri masih menyusuri lorong-lorong kosong itu setiap harinya.
Tangan In Ri sudah menggenggam gagang pintu ketika tubuhnya merosot, terduduk ditanah sambil memeluk lutut.
“Oppa, kapan kau kembali?”
Dia mengucap lirih ditengah tangisnya. Menggeletakkan bunga anzu di sampingnya.
“Kau tau, aku merindukanmu Oppa.”
“Kenapa kau tidur lama sekali?”
Dia mengusap matanya dengan punggung tangan dan meraih bunga anzu itu lagi. Berusaha bediri dan menyunggingkan senyum paling lebar yang dia bisa.
“.. hanya senyum lebar,,
Bukan berarti senyum yang penuh kebahagiaan..”
Terkadang senyum adalah lambang penderitaan dan kesedihan..
--------------------------------------
In Ri menggengam gagang pintu itu lagi dan seketika mengubah wajah sedihnya menjadi topeng yang selalu tersenyum.
“Hai, Oppa.” Kata In Ri berjalan duduk kesamping ranjang dan meletakkan bunga anzu di vas, menggantikan bunga matahari yang sudah layu.
“Maaf tidak membawakanmu bunga matahari,, tapi bunga anzu ini tidak kalah indah kan?” katanya lagi lalu mengusap telapak tangan Taemin dengan handuk basah.
“Tadi aku, Gae Shin, Na Dae, So La dan Yoo Seo berjalan-jalan, menonton film dan membeli banyak barang-barang. Benar-benar menyenangkan.” Kata In Ri menahan suaranya agar tidak terdengar bergetar.
“Oh, iya. Umma dan Appa-mu mengirim salam. Katanya mereka ingin kau segera sembuh!” kata In Ri lagi.
Begitu terus setiap harinya,,
Menyusuri lorong-lorong sambil membawa bunga, menangis kemudian memasang wajah bahagia, lalu menceritakan berbagai hal indah yang sebenarnya terasa tawar di hatinya.
Begitu terus setiap harinya,,
Memakai topeng.
*****************
Taemin POV
Aku dekatkan langkahku ketika In Ri masuk ke kamarku, ia mengganti bunga dalam vas dan mengelap telapak tanganku. Aku tau semuanya, karena aku melihatnya meski tidak bisa menyentuh dan berbicara dengannya. Aku juga melihatnya ketika dia menangis dibelakang pintu kamar tadi dan memaksakan senyumannya didepanku. Dan aku sedih melihatnya.
Kumohon..
Jangan hanya tersenyum jika didepanku
Sekali-kali cobalah untuk menangis jika itu dapat membuatmu lebih baik
Jangan hanya tersenyum dan berkata "Aku baik-baik saja" didepanku tapi menangis dibelakangku
Itu malah membuatku sedih,,
Sekali-kali cobalah menangis, mengeluh dan berkata "Kenapa semua jadi begini" padaku.
Agar aku bisa menghapus air matamu dan memberikan senyuman yang sebenarnya padamu
Bukan hanya senyum palsu...
Agar aku bisa menghapus air matamu dan memberikan senyuman yang sebenarnya padamu
Ketika aku sadar dan kembali nanti..
******************************
Author POV
 In Ri segera berlari menyusuri lorong-lorong itu lagi, namun kali ini dengan airmata bahagia. Ia segera datang kemari ketika dokter berkata bahwa Taemin sudah sadar. In Ri berhenti ketika seorang dokter keluar dari ruang perawatan Taemin.
“Dokter, bagaimana keadaannya?” tanya In Ri tidak sabar
“Secara keseluruhan dia sudah baik-baik saja.” kata dokter melepas stetoskop dari telinganya
“Bisa saya jenguk sekarang?” tanya In Ri lagi.
“Tapi, kau harus siap dengan keadaannya, sepertinya dia...”
In Ri masuk ke kamar itu perlahan, hingga hanya menimbulkan decitan kecil pada pintu yang dibuka. In Ri masuk beberapa langkah, ia melihat Namjachingunya tidur dengan posisi miring. In Ri mengambil tempat duduk dan Taemin tetap memunggunginya tidak bergerak.
“Selamat datang kembali, Oppa.” Kata In Ri menahan tangis bahagianya
“Kenapa kau mengganti bunganya? Kau taukan aku suka bunga matahari.” Kata Taemin dingin tanpa menoleh.
In Ri hanya tersenyum menanggapi jawaban dingin namjachingunya. Ia sudah tau kalau akan jadi begini. Kata Dokter, pribadi yang ada dalam diri Lee Taemin sekarang adalah pribadi keduanya. Dan yang terpenting adalah, dokter tidak tau apakah kepribadian awalnya dapat kembali atau tidak.
-------------------------------------
In Ri sedang memandang ke jendela rumah sakit yang memancarkan cahaya matahari kecoklatan yang hendak terbenam. Sepertinya musim semi telah datang, berarti ini sudah 6 bulan sejak Taemin koma dan 3 bulan sejak Taemin sadar dan menjalani masa penyembuhan.
Kini mereka sudah bersiap untuk pulang, In Ri sudah mengemasi semua pakaian. Lee Taesun juga sepakat menjaga adiknya di apartement untuk beberapa saat hingga adiknya itu benar-benar pulih. Yang dimaksud ‘benar-benar pulih’ adalah pulih dari luka kecelakaan bukan dari penyakit lamanya. Karena jelas-jelas dia belum mengetahui kalau adiknya adalah penderita Alter Ego.
In Ri mendengar pintu kamar mandi dibuka, pertanda Taemin telah selesai berganti baju. In Ri tidak bergerak, berharap Taemin akan berdiri disampingnya memandangi matahari sore. Tapi tidak, beberapa saat kemudian, ia merasakan tangannya dicengkeram erat dan ditarik kasar oleh Taemin. Ia terus menarik tangan In Ri ke koridor-koridor dengan langkah cepat, membuat In Ri tertatih-tatih mengikuti langkahnya.
“...aku tau, harapanku tadi terlalu berlebihan..”
*************************
In Ri POV
Aku hanya terus berusaha mengikuti langkahnya, hingga kami berdua masuk dalam lift.
“Aku akan memberimu kesempatan untuk pergi.” Kata Taemin.
“Ha?” tanyaku.
Taemin memencet beberapa tombol lalu menjawab pertanyaanku. “Aku tidak memaksamu untuk selalu disampingku. Jadi jika kau mau pergi, pergi sekarang atau aku akan mengikatmu selalu disampingku.”
Lift mengeluarkan suara pertanda bersiap untuk menuju ke lantai bawah.
“Aku akan mulai menghitung sampai lima.” Kata Taemin dengan nada memperingatkanku.
“Satu”
Apa-apaan namja disampingku ini?
“Dua”
Hah? Apa dia mau mengetesku?
“Tiga”
Baiklah kalau begitu.
“Empat”
Aku melangkahkan satu kakiku untuk keluar dari lift.
“Lima.” Kurasakan tangannya melingkar di pergelangan tanganku sehingga aku terhindar dari pintu lift yang menutup dengan cepat. Ia kemudian menarikku dalam pelukannya dan mendorongku semakin dekat.
“Waktumu habis. Sekarang kau harus selalu bersamaku.” Katanya dingin disamping kepalaku.
Sedangkan aku hanya tersenyum di atas pundaknya.
“Meski tatapannya dingin,,
Aku masih bisa merasakan kehangatan dipelukannya..”
--------------------------------------------------
Apakah ini rumahku?” tanya Taemin begitu memasuki rumahnya.
“Tentu saja, sekarang duduklah. Aku sudah menyiapkan makanan.” Kata seorang pemuda keluar dari dapur dengan celemek di badannya.
“Aku ke kamar dulu.” Kata Taemin begitu saja melewati Taesun Oppa.
Aku memandang pemuda yang terlihat kecewa karena sikap adiknya itu. “Oppa harus sabar ya? dia masih memiliki sedikit cedera di kepalanya. Tak perlu khawatir, pasti akan segera sembuh.”
“Eh? Rupanya kau perhatian sekali, In Ri. Baiklah! Aku akan jaga dia demi kau.”
**************************************
Tae Min POV
Begitu masuk kamar ini, aku langsung menuju kamar mandi yang terlihat aneh. Aku merasa ada yang salah disini. Aku tidak asing dengan tempat ini, tapi tidak bisa ingat tempat ini. Orang-orang itu juga, hanya gadis itu yang aku tau namanya, itupun karena dia selalu mengunjungiku selama tiga bulan dirumah sakit.
Siapa aku? Dimana aku? Apa yang terjadi? Aku tidak berhasil menemukan jawabannya dan semua ini membuatku marah. Aku seperti dibuang dari duniaku dan terjebak dalam dunia lainnya. Ini menyebalkan! Apakah dunia ini berusaha mempermainkanku?! Hah!! Aku terus mengumpat dalam hati, hingga aku mendengar pintu kamarku diketuk dan seseorang masuk.
Aku buka sedikit pintu kamar mandi dan melihat In Ri sedang memandangi beberapa foto di meja kecil samping ranjangku. Apakah itu benar ranjangku? Hah!! Dunia ini membuatku terlihat bodoh! Aku seperti dijebak. Dan aku tidak suka!!
Pernahkah kau merasa terjepit.
Seakan dunia ini mempermainkanmu. Seakan semua pintu keluar tertutup untukmu
Dalam satu situasi,, Kau tidak bisa keluar dan tidak mau masuk.
Jika itu yang terjadi, Cobalah untuk masuk dulu.
Mungkin dalam ruangan itu, kau akan menemukan pintu-pintu keluar yang lain.
Kata-kata itu mendorongku, hingga sekarang aku sudah berada di sampingnya. Duduk disebuah sofa menghadap jendela.
“Siapa kau?” itu kalimat yang langsung muncul begitu aku melihat sinar matanya.
“Oppa tidak kenal aku, tapi hafal pada sinar mataku. Ya kan?” jawabnya
Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya dan menempelkan bibir kami. Saat masih berciuman ada sesuatu yang berkelebat di mataku, entah kenapa membuatku sedikit menggigitnya.
Aku hentikan perlakuanku dan menjauhkan diri, bertanya padanya “Apakah ini sudah benar? Apakah aku sudah berada ditempat yang benar?” tanyaku.
“Kenapa?” tanyanya.
“Aku pikir kau yang paling tau dan paling bisa memberi penjelasan. Aku benar-benar bingung.” Kataku.
“Oppa, kau cukup pegang tanganku, dan ikuti aku. Maka semuanya akan baik-baik saja.” katanya meyakinkan.
Aku melihat sinar matanya lagi dan melihat ketulusan disana. Hah?! Bodoh! Aku sendiri tidak tau apa itu ketulusan.
Aku dekatkan lagi bibirku padanya. Menciumnya sekilas namun berkali-kali.
“Dunia ini seakan menjebakku,,
Dan membuatku terlihat bodoh.”
*********************************

Double Mask For Double Face 2 -part1-


Author : Park In Ri (again.. gag bosen apa baca FF dari ini author?)
Casting : Royal Couple,, Park In Ri & Lee Taemin (ngalah-ngalahin Kate Middleton sama Prince William!!!)
Genre : Romance, Sadlystic, pokoknya gag Yaoi!! Tidak ada yang seperti itu! karena saya benci budaya 2min!! Jealous ma Minho!! *Nah lo? Kok curhat?!
Rating : Kalo part 1-nya adalah PG-16 yang ini PG-16,5 (tebak yang kayak gimana itu?!)
Note : Merasa terbang diangan ketika ada beberapa orang bilang yang Double Mask For Double Face 1 bagus, adalah sebuah keputusan besar membuat sekuelnya *text pidato mode : On. Perasaan saya mengatakan yang ke-2 ini nggak lebih bagus dari yang pertama. Tapi,, ya dicoba dulu lah!

DOUBLE MASK FOR DOUBLE FACE –SERI 2-
Aku sudah bilang bukan?
Aku suka semua yang ada pada dirimu...
Belum? Kalau begitu sebagai gantinya, akan ku katakan 1000 kali setiap harinya,,
------------------------------------------------
Aku adalah bunga matahari
Sedangkan kau adalah matahari
Matahari yang bersinar dan menyilaukan
Dan aku hanya sekuntum bunga matahari yang harus selalu melihatmu untuk bertahan hidup
Meski sinarmu membuatku sakit aku harus tetap melihatmu agar bisa bernafas
Namun apakah kau mengenalku?
Aku yang selalu melihatmu
Aku yang hanya sekuntum bunga diantara berjuta makhluk yang melihat dan menyanjungmu
Meski kau bahkan tak tau aku ada
Aku akan terus melihatmu
Karena bunga matahari ditakdirkan hanya untuk melihat ke matahari
************************************
In Ri POV
“Kau yakin sudah semuanya?” tanya Taemin memeriksa lagi barang bawaanku.
“Iya! Ayo cepat, nanti aku terlambat.” Kataku. Mobil kamipun berjalan.
Hari ini aku harus menghadiri study tour, dan aku meminta Taemin untuk mengantarku. Kulihat namja berambut kuning almond disampingku itu.
“Arrgghhh.” Katanya menggeram membuatku sontak menengok. Kulihat tangannya bergetar dan keringat dinginnya bercucuran.
“Perlu aku gantikan menyetir.” Tanyaku perlahan lalu dibalas dengan gelengan kecilnya.
Keadaannya sudah jauh lebih baik dari beberapa bulan lalu saat ia membuat 19 bekas jahitan di pahaku. Ia sudah bisa merasakan jika penyakitnya akan kambuh, dan sedikit demi sedikit bisa mengontrolnya.
Kami melewati perjalanan dalam diam, hanya menyisakan suara nafasnya yang naik turun menahan amarah. Sesekali aku memegang lengannya mengingatkan bahwa aku ada disini. Kamipun sampai ditempat yang aku tuju, namun begitu turun aku malah ragu bisa meninggalkannya mengemudi sendirian atau tidak.
“Oppa yakin bisa pulang?” tanyaku.
“Hmm.” Katanya tertahan.
“Hati-hati.” Kataku memandangnya.
“Ne.” Katanya sambil mencium keningku lalu masuk kedalam mobil dan pergi.
Aku tatap jalanan yang bahkan sudah tidak menampakkan mobilnya dengan pandangan khawatir hingga ada seseorang menepuk pundakku.
“Ayo masuk.” Kata Yoo Seo mengajakku.
“Emm.. Yoo Seo, bisa kau izinkan aku ke pada Kang Seongsangnim? Aku harus kembali kerumah karena ada urusan, jika sudah selesai aku akan segera kemari. Oke?” kataku tanpa membiarkannya menyela dan segera berlari menuju halte bus terdekat.
Perlu waktu 10 menit untuk menemukan bus ditempat seperti ini. Aku menaiki bus pertama yang entah bertujuan kemana, yang penting aku bisa segera menyusulnya.
Author POV
In Ri sedang berdesakan di dalam busnya ketika bus itu tiba-tiba berhenti, membuatnya harus lebih menyeimbangkan diri. In Ri melihat ke sisi kanan jalan yang merupakan jurang curam dengan bebatuan tajam. Bus kembali berjalan, menyisir hiruk-pikuk orang yang sedang berdiri di tepi jurang.
Telah terjadi sebuah kecelakaan disana. Sekarang Tim SAR sedang berusaha mengangkat mobil yang terperosok kejurang itu. Tepat ketika mobil itu berhasil diangkat, bus In Ri melewatinya. Mobil yang sangat dihafal In Ri, bahkan baru 15 menit lalu ia ada dalam mobil itu. Dengan kap mobil yang sudah tidak berbentuk dan penuh dengan goresan batu-batu jurang yang tajam.
-----------------------------------
Sudah 3 jam In Ri duduk memeluk tasnya tak bergerak di depan sebuah pintu putih yang besar, menunggu seseorang keluar dan memberinya penjelasan. Bagi In Ri tentu saja ini adalah saat yang sulit, saat dikeluarkan dari mobilnya keadaan Taemin tidak menunjukan luka luar yang parah, namun dalam perjalanan ke mari dia memuntahkan darah, menggambarkan luka dalamnya yang mengenaskan. In Ri sudah menghubungi keluarga Taemin, mungkin besok mereka akan sampai.
Ingin sekali ia masuk dan menemani Taemin disaat seperti ini, ia ingin menjadi hantu dan menembus tembok itu sekarang, tapi jelas itu tidak bisa. Sekarang ia tidak tau harus berbuat apa, menangis? Tidak. Dia terlalu bingung bahkan hanya untuk menangis, terlalu sedih bahkan air mata tak sanggup menggambarkannya. Menangis dalam hati. Itu kedengarannya lebih menyakitkan.
..Kau,,
Kau begitu dekat,
Namun untuk melihatmu saja aku tidak bisa..
*****************************************
Taemin POV
Disini,,
Menyilaukan.. cahaya ini menyakitkan..
Tiba-tiba terdapat sebuah layar besar yang menampilkan film-film kehidupanku..
Semuanya berputar begitu cepat,
Orang-orang yang hidup dalam kehidupanku,,
Memberikan berbagai warna dalam hidupku..
Semuanya masuk dalam anganku, menampilkan kenangan-kenangan manis,,
Membuatku tidak ingin terbangun..
Hingga aku ingat padamu,,
Aku ingat harus mengatakan sesuatu padamu..
Aku harus bangun,,
Karena aku belum sempat mengatakan,
“..Maaf, karena mencintaimu..”
*************************************
In Ri POV
Lega dan juga sedih ketika dokter mengatakan Taemin koma. Lega karena itu berarti aku masih bisa melihatnya lagi, dan sedih karena aku bisa melihatnya tanpa cahaya matanya. Aku menyiapkan beberapa bunga dan menyemprotkan aroma terapi kesukaannya kedalam ruang perawatannya. Aku ingin dia merasa nyaman di kamar perawatannya meskipun dia tidak mengetahuinya, tapi aku yakin dia merasakannya.
---------------------------------------------------------
Aku sedang mengusap dahinya yang berpeluh ketika pintu kamarnya terketuk. Muncul seorang wanita paruh baya dan juga pria yang rambutnya mulai memutih juga seorang namja berusia 23 tahunan. Aku bangkit dari kursiku dan memberi hormat pada mereka.
Wanita paruh baya itu langsung mengahampiri ranjang Taemin dan memeluk anak laki-lakinya itu erat.
“In Ri, bagaimana keadaannya?” tanya Ayah Taemin.
“Dokter meminta Omonim untuk menemuinya.” Kataku sambil melihat Ibu Taemin yang masih menangis disamping tubuh anaknya.
Aku hanya bisa berdiri di belakang mereka semua. Ini bukan pertemuan yang indah bagi sebuah keluarga yang sangat jarang bertemu. Tak berapa lama kemudian Ibu Taemin menghampiriku dan mengajakku menemui dokter.
“Beberapa tulang rusuknya patah, tapi kami sudah mengatasinya. Yang paling penting sekarang adalah menunggunya sadar, baru kita bisa memastikan apakah dia baik-baik saja.” kata Dokter begitu Ibu Taemin bertanya tentang keadaan anaknya.
“Lalu, kenapa sampai sekarang dia tak kunjung sadar?” tanya Ibu Taemin.
“Ini mungkin karena alam bawah sadar Taemin berbeda dengan yang lainnya. Penderita alter ego *red:kepribadian ganda* memiliki alam sadar yang sedikit berbeda, saat koma dua kepribadian itu akan bertarung merebutkan satu raga.” Kata dokter dengan nada prihatin.
“Itu berarti, ada kemungkinan dia sembuh?” kali ini aku yang bertanya.
“Ya, tapi juga kemungkinan dia terperangkap dalam pribadinya yang lain..” kata dokter itu dengan nada yang semakin merendah.
Begitu kami keluar dari ruang dokter, Ibu Taemin segera menarik tanganku dan memintaku duduk di cafetaria rumah sakit.
“In Ri-aa,” katanya memanggilku pelan.
“Ne, Omonim.” Kataku pelan.
“Terima kasih, sudah menjaga Taemin hingga sekarang.” Katanya sambil memelintir tissue yang mengusap matanya.
“Aniyo, Omonim. Aku senang melakukaknnya.” Kataku
“Sebelum kecelakaan itu, apakah Taemin sedang kambuh?” tanyanya tersendat karena ragu akan dapat menerima jawaban sebenarnya.
“Omonim tenanglah semuanya akan baik-baik saja, Taemin Oppa pasti bisa melewatinya.” Kataku.
Aku tidak yakin ucapanku itu berguna,,
karena sesungguhnya perasaanku juga tidak karuan.
********************************

Other Information

Ikuti Terus Blog ini ya...
Oiya,, bagi para pengikut,, Add FB aku juga ya.. di Indriyanti Agutina Putri dan my twitter @2096park