Halaman Yang Ada Di Blog-ku

Tampilkan postingan dengan label Friendship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Friendship. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Beautiful My Boy


Author: Park In Ri
Casting: Cha Eun Soo, Kang Jae Hee, Han Hwa Young
Genre: Romance Comedy
Rating: PG-14
Length: One Shoot
Note: alkisah, sang author terinspirasi dari seorang (ato lebih tepatnya dua orang) teman, jadi tanpa sepengetahuan mereka saya buat deh perjalanan hidup mereka sebagai FF, jangan khawatir Cuma di-improve dikit kok! *Plak!!* OKE-OKE, saya ngaku. Saya improve banyak,,, ^^”


BEAUTIFUL MY BOY
Cinta itu buta,
Buta itu mata,
Mata itu bulat,
Bulat itu telur,
Telur itu BUSUK!! *GeJe.. abaikan!
*******************************
Eun Soo POV
Aku eratkan lagi ikatan handuk mandiku lalu berjalan ke kamar. Tergantung satu stel seragam baruku yang sudah di setrika begitu licin oleh Eomma. Segera aku pakai baju kebanggaanku itu dan mematut diriku sendiri di depan cermin.
“Hah! Kenapa semua orang bilang aku cantik? Aku kan tampan!” kataku sambil mengoles gel dirambutku.
Ku atur rambutku agar naik keatas, tapi kenapa aku malah jadi seperti landak? Ah! Siapa peduli dengan potongan rambut seperti ini? Sudah tidak zaman. GANTI!
Ku arahkan poni rambutku kesamping, seperti style harajuku yang sedang nge-trend.  Ahh!! Wajahku seperti tinggal setengah. Bukan, ini bukan wajahku yang terlalu kecil tapi rambutku yang sudah terlalu panjang. Baiklah, GANTI!
Sepertinya sudah lebih dari satu jam aku menggonta-ganti gaya rambut. Mulai dari style punk, hingga rambut orang kantoran yang lengket dan berminyak. Tapi tidak ada yang cocok!
“Arrrrrgggghhh!!!!” karena kesal aku berteriak sambil mengacak-acak rambutku. “Huhuhuu...” aku mulai menangis. Ya, aku benar-benar menangis..
“Eun Soo? Ada apa?” tanya Eomma yang tiba-tiba muncul dari pintu.
“Eomma!!!” kataku berlari menghampirinya. Namun kuurungkan niatku untuk memeluknya. Aku kan namja yang sudah dewasa, tidak boleh bersikap manja begitu.
“Sini, biar Eomma betulkan rambutmu.” Kata Eomma padaku.
“Yang bagus ya? ini kan hari pertamaku masuk SMA.” Kataku pada Eomma yang sudah mulai mengotak-atik rambutku.
Tidak sampai 5 menit, rambutku sudah rapi. Dengan poni di dahi yang sangat manis, cocok dengan wajahku yang tampan!
“Ini bekal untukmu. Didalamnya ada cake strowberry dan susu vanilla manis, jangan lupa diminum.” Katanya sambil menyodorkan kotak bekal padaku.
“Baiklah! Aku berangkat!” kataku.
“Tunggu kau mau berangkat naik apa?” tanya Eomma.
“Eh? Iya. Sepedaku kan sedang diperbaiki. Aku bisa naik bus.” Kataku sedikit ragu. Jujur aku tidak terbiasa naik kendaraan umum seperti itu.
“Tadi, Eomma mendapat telfon dari Eommanya Jae He. Katanya dia akan mengantarmu.” Kata Eomma.
“Eh? Ya.. baiklah.” Kataku pelan. Apa aku harus berangkat bersama Jae Hee Hyung?
****************************
Jae Hee POV
“Pagi, Omonim.” Kata ku ramah setelah sampai di depan rumah Eun Soo
“Eh, iya Jae Hee. Masuk saja.” kata Eomma Eun Soo.
Tak berapa lama menunggu, Eun Soo keluar dengan seragam lengkap. “Kita berangkat sekarang?” tanyaku padanya
“Eung.” Katanya pelan sambil mengikuti langkahku menuju motor.
Aku bisa merasakan dia sedikit ragu ketika akan naik motorku. “Aku janji tidak akan ngebut.” Kataku kemudian merasakan dia naik ke motorku. Kamipun segera melaju ke sekolah kami yang baru tapi tidak lupa aku tidak mengemudikannya dengan cepat. Bisa-bisa namja di belakangku ini melompat.
“Sampai.” Kataku pelan.
“Terimakasih, Hyung.” Katanya.
“Tidak masalah. Oh iya, aku dengar kita sekelas ya? ayo berjalan bersama.” Kataku.
Di dalam kelas ternyata sudah banyak teman-teman yang sudah datang.
“Emm.. kau mau duduk denganku?” tanyaku lagi padanya.
“Tidak perlu.” Katanya.
Bagaimanapun juga, aku tidak bisa berhenti khawatir terhadapnya. Untuk ukuran seorang namja, tinggi badan dan tubuhnya termasuk kecil. Sifatnya juga halus. Aku merasa perlu melindunginya.
JDUUKK!!!
Nah kan, baru beberapa detik aku melepaskan pandanganku darinya, dia sudah jatuh terjerembab di didepan kursi. Aku segera mendatanginya dan mengulurkan tangan padanya.
“Lebih baik kau duduk denganku.” Kataku.
****************************************
Eun Soo POV
“Yaa!! Kotak yang ada didepan kalian itu adalah kotak makan siang kalian. Kalian harus menghabiskannya! Dan tidak boleh mencari makanan diluar!!” teriak seorang sunbae pembimbingku panjang.
“Setiap kotak berisi menu yang berbeda!” kata Sunbae Yeoja menambahkan
Aku buka kotak makananku perlahan. Berharap yang muncul seperti bekal yang dibuatkan Eomma tadi pagi.
SIALLLLL!!!!! Kenapa isinya salad buah?? Baru dari baunya saja, sudah terasa masam!! Hidupku yang berwarna ini bisa hancur jika makanan terkutuk itu masuk mulutku. Aku lirik makanan Jae Hee hyung, KYAAAA!!!!! Cake strawberry,, MAU!!
“Kau mau ini?” tanyanya begitu melihat aku melirik makanannya.
“Tidak, namja sepertiku tidak suka makanan seperti itu.” kataku sangat-sangat berbohong. “Aku keluar dulu, mencuci tangan.” Kataku bergegas pergi.
Ketika aku berbalik dan bersiap memakan salad buah sialan itu, aku sedikit terkejut. Isi kotak makananku itu berubah menjadi sepotong cake strawberry yang lezat.
“Makanlah itu! aku tidak suka.” Katanya tanpa menengok kewajahku yang entah kenapa memerah.
Aku segera memakan cake itu tanpa basa-basi. Emmm.. Yummy!!!
-----------------------------------------
“Ya!!! siapa yang merasa punya benda tajam ini?!” tanya seorang Sunbae marah ketika menggeledah tas milik Kami semua.
Sedangkan aku dan teman-teman yang sedang menunggu diluar ketika penggeledahan segera menengok kekanan dan kiri diikuti bisik-bisik dari para yeoja.
“Yaaa!!! Yang memiliki gunting ini mengaku!” kata seorang Hobae lagi sambil menunjukkan gunting berwarna hijau dengan garis pinggir hitam.
Aku sangat terkejut, kenapa gunting itu bisa ada disini?! Itu adalah gunting milikku, bahkan terdapat inisialku di gunting itu, sudah kabur namun aku masih mengenalinya, C-E-S. Yang artinya Cha Eun Soo. Aku meremas-remas tanganku karena tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
“Eotteokke?!?!” teriakku dalam hati.
“Ma’af sunbae, itu milikku. Aku lupa tidak mengeluarkannya kemarin.”
Suara itu membuatku segera menoleh ke tempat berasal. Mataku semakin melebar ketika melihat Jae Hee hyung mengangkat tangannya, mengakui kalau gunting itu miliknya.
“Baiklah! Kau harus kami hukum. Buat sebuah karya seni 3 dimensi, dan harus dikumpulkan besok.” Kata seorang Sunbae keluar dari kelas dan membolehkan kami masuk.
“Ne.” Kata Jae Hee hyung
***************************************************
Jae Hee POV
“Aku sudah bilang kan, kau tak perlu membantu, aku bisa melakukannya sendiri.” Kataku sambil membukakan pintu rumahku pada namja cantik ini.
“Andweyo, hyung terkena masalah karena aku.  Jadi aku memang harus membantu. Sekarang apa yang harus aku lakukan?” tanyanya sambil duduk diantara tumpukan koran yang akan aku gunakan membuat vas.
“Kau campur saja sobekan koran itu dengan lem. Nanti aku yang mencetaknya.” Balasku
“Ne.” Katanya segera melakukan yang aku pinta.
Udara ditepi kolam renang rumahku saat itu sedang dingin, aku lihat tubuh kecilnya yang hanya ditutupi piyama tipis. Kemudian masuk kedalam rumah mengambil selimut dan dua cangkir cokelat panas.
“Ini, minum dulu baru kerja lagi, kau bisa kedinginan nanti.” Kataku yang dibalas senyuman darinya kemudian meraih cokelat panas itu.
Kami menyeruput cokelat panas itu bersamaaan membuat uap hangat berhembus keluar dari mulut.
“Terima kasih, Hyung.” Kata Eun Soo. “Untuk tadi siang.” Lanjutnya
“Sama-sama.” Balasku singkat kemudian kami berdua terhanyut menikmati cokelat panas masing-masing.
“Kita berteman?” kataku memecah keheningan sambil mengulurkan jari kelingkingku yang terjulur kedepan wajahnya.
“Ne?” tanyanya dengan wajah polos. Cantik.
Aku hanya membalasnya dengan senyum membuatnya bergantian melihat kelingking dan wajahku kemudian tersenyum dan mengaitkan kelingkingnya pada kelingkingku.
“Ne. Chingu yaa..” katanya menyesap cokelas panas terakhirnya.
---------------------------------------------------
“Eun Soo-ah, bisa kau ambilkan kayu itu? kita perlu mengukir sesuatu disini.” Kataku namun tidak mendapatkan respon.
“Eun Soo-a..”kata-kataku terputus ketika melihatnya sudah tertidur mengelangkupkan wajahnya pada meja.
“Hahhh.. jadi dari tadi aku berbicara dengan Pangeran Tidur yang Cantik?” kataku membetulkan letak selimutnya dan kembali menyelesaikan pekerjaanku.
******************************************
Author POV
“Ya!! Ppali, hyung!!” teriak Eun Soo di depan pintu rumah Jae Hee yang tertutup.
“Kau ini tidak bisa bersabar ya?!” terdengar suara dari dalam rumah tak lama kemudian Jae Hee keluar dengan menenteng tas di tangan kanan, sepatu di tangan kiri dan mulut yang menjepit roti isi.
“Aku menunggu lama sekali tau,” kata Eun Soo mengeluarkan nada manjanya.
“Aku bahkan belum sempat sarapan, kau mau menyuapiku ha?!” kata Jae Hee sambil mengenakan sepatunya.
“Ma’af..” kata Eun Soo kali ini dengan nada memelas.
“Lihat-lihat, beberapa menit yang lalu kau hampir meruntuhkan pintu rumahku, lalu kau bersikap manja dan sekarang kau seperti anak anjing yang kehujanan.” Kata Jae Hee kali ini mengenakan tasnya.
“Ayo kita berangkat.” Kata Jae Hee lagi sambil mengacak-acak rambut Eun Soo.
“Ya! Eomma-ku susah-susah merapikannya tau!” kata Eun Soo naik ke boncengan motor Jae Hee.
“Hah dasar kau ini, rambut saja masih dirapikan oleh Eomma-mu!” kata Jae Hee
Eun Soo hanya membalasnya dengan memanyunkan bibir.
“Hari ini pelajarannya menyebalkan, bagaimana kalau ktia bolos saja, Hyung?” kata Eun Soo ketika mereka sudah memasuki gerbang sekolah.
“Ya!! Rupanya namdongsaeng-ku ini sudah mulai nakal ya?! Andwe! Bisa-bisa Eomma-mu marah nanti.” Kata Jae Hee.
-----------------------------
Jae Hee sedang membantu Eun Soo yang mendapatkan giliran maju kedepan, ketika seseorang masuk kedalam kelas.
“Ya! Eun Soo-ah! Itu bukan angka dua, tapi lima!” bisik Jae Hee tak bersuara kepada Eun Soo yang ada didepan.
“Eun Soo-ah. Kau duduk dulu, ada sebuah pengumuman.” Kata Yang seongsangnim.
Setelah Eun Soo duduk, masuklah seorang Yeoja yang wajahnya asing kedalam kelas.
“Yeorobuen, ini adalah Han Hwa Young, teman baru kalian dia pindahan dari Daegu.” Kata Yang seongsangnim di ikuti dengan bungkukan badan dari yeoja itu.
“Annyeong Haseyo, Hwa Young imnida, bangapseumnida.” Kata Yeoja itu lembut.
“Kau bisa duduk disana” kata Seongsangnim sambil menunjuk tempat duduk kosong di depan Jae Hee.
Yeoja itu menunduk dengan sopan dan berjalan ketempat yang ditunjuk.
“Annyeong Haseyo, Hwa Young imnida.” Kata Yeoja itu kepada Eun Soo dan Jae Hee setelah duduk dibangkunya.
“Yeppeo..” bisik Eun Soo di telinga Jae Hee yang dibalas dengan senyum kecut Jae Hee.
*************************************
Eun Soo POV
“Hyung..hhh..hh..!!!!” teriakku sambil berlari menuju Jae Hee hyung yang sedang membeli sesuatu di kantin.
“Kau berisik sekali, ada apa?” tanya Jae Hee.
Aku menyeret Jae Hee Hyung ketempat yang sepi kemudian menceritakan hal yang membuatku berteriak tadi.
“Hhh.. Aku berhasil mendapatkan hhh... nomor Hwa Young!” kata sambil mengatur nafas yang masih terputus-putus.
“Baguslah.” Kata Jae Hee hyung singkat.
“Menurumu, haruskah aku mengirim SMS atau aku menelfonnya?” tanyaku lagi sambil meremas-remas ponselku. Pertanda kalau aku gugup.
“Terserah aku saja.” Balas Jae Hee Hyung lagi, kenapa dia hanya berbicara singkat-singkat sih?!
“Lebih baik aku mengirimnya SMS nanti.” Kataku lagi.
“Eun Soo-ah,, apakah kau menyukai Hwa Young?” pertanyaan Jae Hee hyung benar-benar tidak aku perkirakan.
Apakah aku menyukai Hwa Young? Pertama kali aku merasa namanya lucu, Hwa Young artinya adalah bencana yang berharga. Namun sepertinya Hwa Young benar-benar bencana yang berharga bagiku. Sebuah perasaan yang membuatku terus gugup dan berdebar-debar, namun sangat berharga sehingga tidak ingin melepaskannya.
“Eh? Emm.. Molla. Aku hanya merasa, kalau aku akan baik-baik saja selama melihatnya tersenyum. Ya, kurang lebih begitu.” Kataku sambil menopangkan dagu.
“Berarti kau mencintainya.” Kata Jae Hee hyung memelankan suaranya.
“Emm,, ya mungkin.” Kataku.
************************************
Jae Hee POV
“Hyung!!!!” teriak Eun Soo di depan rumahku.
“Eun Soo, untuk apa kau kemari hujan-hujan begini? Kau jadi basah kuyup.” Kata ku langsung melemparkan handuk padanya.
“Hyung!! Kau tau, Hwa Young membalas pesanku!” katanya dengan mata berbinar-binar.
Dia kesini hanya untuk bicara itu? sepertinya, Eun Soo benar-benar mencintai Hwa Young.
“Benarkah? Itu bagus sekali.” Kataku
“Lalu, aku harus bagaimana?” tanyaku.
“Apalagi kalau tidak mengajaknya keluar.” Kataku
“Berkencan?” tanya Eun Soo lagi.
“Iya!!” balasku.
“Baiklah, aku akan mengajaknya. Terima kasih, Hyung. Kau memang yang terbaik!” katanya.
Entah kenapa, seperti ada sebuah samurai menancap di dadaku, membuatku sakit dan sesak.
------------------------------------------
“Hyung!  Ayo kita makan siang, jangan belajar terus.” Kata Eun Soo sambil menutup buku-ku dengan paksa.
“Eh? Kau harusnya mengajak Hwa Young makan denganmu.” Jawabku sambil kembali membukan buku tulisku dan kembali menuliskan sesuatu disana.
“Harus kah?” tanyanya dengan nada polos.
“Tentu saja. Sana pergilah ajak dia.” Kataku.
“Baiklah! Ddaa, hyung. Jangan lupa, hyung juga harus makan siang.” Katanya sambil pergi mengajak Hwa Young.
Tak berapa lama, aku lihat Hwa Young dan Eun Soo berjalan bersama menuju ke kantin. Eun Soo merangkul pundak Hwa Young dan mereka berbicara dengan akrab.
Aku pun melanjutkan lagi apa yang aku tulis tadi..

“Ya..mungkin aku adalah pelabuhan rapuhmu,
Ketika kau lelah dan tersakiti, datanglah padaku dan aku akan merawatmu..
Merawat dan mengangkatmu
Hingga saatnya kau bertemu dengan kebahagiaanmu
Mungkin inilah saatnya aku melepaskanmu, kau sudah bisa terbang sendiri sekarang. Jadi terbanglah sendiri dan raihlah kebahagiaanmu..
Aku akan mendukungmu disini, dengan segenap rasa bahagia dan sakitku.
Kebahagianku adalah melihatmu meraih kebahagiaanmu, dan mungkin rasa sakitku adalah karena tak bisa memilikimu.
Kang Jae Hee.”
***************************************
Orang bilang, tidak ada rahasia yang tidak akan diketahui orang lain.
Orang bilang, tidak ada rahasia yang tidak akan terbongkar..
Namun aku ingin memiliki sebuah rahasia,,
Rahasia yang tidak akan diketahui orang lain, yang tidak akan pernah terbongkar sampai kapanpun.
Rahasia kalau aku mencintaimu,,
Cha Eun Soo.


THE END

1. Kyaa!!! author lupa kalo ngejanji-in PG-14 buat reader, ma'aph.. author kelupaan,, Mianhae, jeongmhal mianhae.. kapan-kapan aja ya?!
okeee.. terimakasih udah baca.. ^^
semoga menimbulkan kesan yagn baik dan tidak ada dendam diantara kita,, apalagi pihak-pihak yang bersangkutan.. ^^V
Ini cuma Imajinasi author kok. 100% fiksii...

 2. saya baru nyadar kalo ini bukan FanFiction (cz, nggak ada tokoh idolanya), berati ini namanya Karangan Bebas

Sabtu, 26 November 2011

STYROFOAM & BLACK POPCORN

sebelumnya, adakah yang nggak tau apa itu Styrofoam?! itu lho!! yang biasa di pake di OVJ!! yang putih-putih itu!! nama umumnya GABUS, udah tau kan?
judul ini, author dapet waktu lagi ngerjain mading 3dimensi yang mengharuskan author bergelut sama styrofoam hampir setiap hari selama hampir satu bulan (-,- curhat teruuusss!!) tapi masa-masa itu sudah berlalu, kawan!

oke deh,, mendingan langsung capcus aja ya??
HAPPY READING,,,


Author : Park In Ri
Casting : Lee Taemin, Park In Ri, Lee Jin Ki, Han Sang Hwa *seluruh tokoh dalam FF ini sudah melalui tahap seleksi yang sangat ketat dan telah dianggap memenuhi syarat ke-Ffan.
Genre : Romance, Full Color, kalo yang kemaren sadlytic, sekarang dibuat penuh warna n seru!!
Rating : PG- berapa ya? bingung nentuinnya.. ntar aja deh kalo udah tamat, baru ditentuin ratingnya

STYROFOAM
Percayakah?
Aku dapat mencintai seseorang
Hanya karena pernah merasakan nafasnya..
*********************************
Author POV
“In Ri sayang, kau disini dulu ya?” tanya seorang ibu-ibu muda pada anaknya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak ditengah keramaian.
“Ibu mau ke toilet didepan itu sebentar.” Kata ibu itu lagi.
“Baiklah, tapi cepat ya.” Kata anak kecil itu manja.
Sementara ibunya pergi ke toilet. Gadis kecil itu memandangi taman yang sedang ramai itu sambil memainkan kakinya. Ini adalah hari anak nasional, banyak anak-anak dari berbagai sekolah yang kemari bersama ibu dan ayah mereka.
Seekor kupu-kupu terbang mengelilingi gadis itu, mengajaknya bermain, terbang kesana kemari, membuat gadis kecil itu mengikutinya. Berlari cepat mengikuti kupu-kupu yang terbang.
DUKK! Gadis kecil itu jatuh terduduk, mengotori baju pinknya yang indah dengan tanah liat. Tangannya juga lecet karena menahan berat badannya.
“Sini aku bantu berdiri.” Kata seorang anak laki-laki kecil dengan kemeja putih, dan jas kuning juga celana serupa. Dengan senyum manis dan matanya menyiratkan kebahagian, ia mengulurkan tangan pada In Ri.
Gadis itu meraih tangannya. “Aku bantu obati lukamu ya?” tanya anak laki-laki itu.
Mereka berdua berjalan menuju kesalah satu bangku.
Anak laki-laki itu mengusap luka In Ri dengan air, kemudian meniupnya sebentar. Dan menutupnya dengan plester.
“Sudah selesai.” Kata anak laki-laki itu.
“Terimakasih.” Kata In Ri pelan.
“Tidak masalah, aku pergi dulu ya? Ayahku sedang menunggu.” Kata anak itu.
In Ri yang tidak bisa mengatakan balasan apapun hanya bisa memandangi anak laki-laki itu berlari.
“In Ri? Kau kenapa? Bajumu kotor begitu?” tanya Ibunya yang baru kembali dari toilet.
‘Ibu, bisakah ibu membelikanku gaun berwarna kuning?” tanya In Ri polos.
------------------------
Tapi anehnya..
Perasaan itu tumbuh dan berkembang seperti cinta-cinta yang lain
Hingga bertahun-tahun
Tepatnya..
11 TAHUN KEMUDIAN
*************************************
In Ri POV
“Sekolahku sudah sampai, Oppa.” Kataku pada Jin Ki oppa, sambil menepuk-nepuk pundaknya agar menghentikan motor.
“Oh? Benar. Turunlah, kita sudah sampai.” Katanya setelah menghentikan motor didepan gerbang, sedangkan dia tidak merasa harus turun dan tetap berada di atas motornya.
“Ne.” Kataku sambil turun dari motornya lalu berjalan pergi sebelum dia menarikku, membuat pipiku berbenturan dengan bibirnya.
“Hati-hati ya? Baik-baik disekolah. Jangan coba-coba melirik namja lain.” Katanya sambil mencium keningku.
“YAA!! Sampai kapan kalian mau bermesraan begitu? Cepat masuk!” kata Gae Shin yang ternyata sudah memperhatikan kami dari tadi.
“Hey!! Annyeong!!” kataku sambil melambai-lambaikan tangan pada chinguku itu. “Aku masuk dulu ya, Oppa?!” kataku pada Jin Ki Oppa, dan segara berlari menghampiri Gae Shin.
Setelah sampai di dekat Gae Shin, aku merangkul pundaknya dan kami berjalan bersama.
“Sebenarnya kau dan Jin Ki sunbae itu ada apa sih?” Tanya Gae Shin kepadaku.
“Tidak ada apa-apa.” Balasku
“Tidak ada apa-apa, tapi bermesraan begitu? Dasar kau anak nakal! Kulaporkan Seung Ri Oppa nanti kau!” ancamnya bercanda.
“Eonni, Jin Ki Oppa itu teman Seung Ri Oppa. Jadi tidak akan ada masalah kalau Seung Ri Oppa tau. Lagipula dia memang sudah tau. Lalu sekarang, dimana kelas kita?” kataku mengalihkan pembicaraan.
“Yang didepan itu. aku dan Na Dae sudah menaruh tasku. So La akan duduk bersamamu.” Kata Gae Shin.
“Eh iya! Dimana Na Dae?” tanya ku.
“Dia pergi ke kantin, kau masuk saja dulu. Aku mau ke toilet.” Kata Gae Shin langsung berlari tanpa menunggu jawabanku.
Aku segera masuk kedalam kelas baruku. Aku pandangi sekeliling dan menemukan tas Gae Shin dan Na Dae di bangku kedua dari belakang baris paling kiri. Baiklah, aku akan duduk dibelakang mereka.
Aku berjalan keluar kelas dan menemukan So La sedang berjalan mengendap-endap di belakang seorang namja.
“Hey! Kenapa kau bertingkah seperti itu?” tanya ku mengagetkannya.
“In Ri!!!” kenap dia malah memekik padaku?! “Seung Ho sekelas dengan ktia!” katanya kali ini sambil memelankan suara.
“Ya, itu bagus untukmu. Kau sudah menyukainya diam-diam sejak kita SMP.” Kataku sambil mengingat-ingat masa SMP yang mulai hari akan berubah menjadi masa-masa SMA.
“Bolehkah aku duduk dengannya? Kau bisa duduk dengan orang lain kan? Ayolah!!” katanya.
“Em...” gumamku sambil melihat wajah memelasnya. “Baiklah! Lagipula, Gae Shin dan Na Dae ada didepanku.” Kataku mengambil keputusan.
***********************************
Author POV
Setelah bel masuk berbunyi, semua siswa baru masuk kedalam kelas. In Ri yang baru menemani So La ke toilet sudah masuk kedalam kelas dan duduk dibangkunya. Kursi sebelahnya masih kosong.
“Hari pertama sudah terlambat.” Kata In Ri dalam hati sambil mengamati sebelah kursinya yang masih kosong.
“Baik, kita mengecek kehadiran dulunya.” Kata seorang Sunbae ramah.
“Baek Na Dae..”
“Naega.” Kata Na Dae mengalihkan pembicaraan dengan Gae Shin
“Kim So La..”
“Ne.” Kata So La menjaga sikap karena ada Seung Ho disampingnya.
“Lee Tae Min...” kata sunbae itu sedikit heran.
“Lee Taemin..” kata Sunbae itu mengulangin perkataannya karena tidak ada suara yang menyahut. “Ya! Lee...” kata Sunbae itu terhenti karena seorang Sunbae lain menyikutnya.
“Aku disini.” Kata seorang Namja yang baru masuk ke dalam kelas.
“Ahh.. hyung.” Kata sunbae itu.
“Kenapa? Apa kau akan menghukumku karena terlambat?” tanya namja itu sok. Benar-benar serasi dengan penampilannya, seragam acak-acakan, tasnya tertenteng sembarangan dan rambut almond lurusnya dibiarkan terurai panjang hingga sebahu.
“Ani.. tentu saja tidak, Hyung.” Kata sunbae yang lainnya.
“Bagus.” Kata namja itu langsung berjalan menuju tempat duduk kosong disebelah In Ri.
In Ri memandangi penampilan namja itu dari bawah ke atas, kemudian pandangan mereka bertemu dan namja itu melirik sinis kearahnya. Membuat In Ri terlonjak kaget dan menggeser tempat duduknya agar sedikit menjauh dari namja itu.
Gae Shin dan Na Dae yang melihat namja itu duduk di bangku sebelah In Ri itu juga mengkhawatirkan chingunya.
-----------------------------------
Setelah selesai makan siang, In RI dan ketiga chingunya kembali ke kelas. Di samping tempat duduk In Ri terlihat seorang namja duduk menaikkan kakinya ke meja dan memejamkan mata.
“In Ri, apakah kau yakin akan tinggal dirumah nenekmu?” tanya Gae Shin ketika mereka baru saja duduk.
“Tidak ada pilihan lain, tidak ada orang dirumahku. Mungkin aku harus tinggal disana sekitar seminggu.” Kata In Ri sambil meraih handphone-nya yang berbunyi.
“Lalu, bagaimana kau pulang? Dengan Jin Ki Sunbae kan?” tanya Na Dae.
“Aku baru saja memintanya untuk tidak menjemputku. Dia pasti sedang sibuk mengurusi hobae-hobae barunya.” Kata In Ri sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku.
“Eh, sepertinya So La dan Seung Ho sudah semakin akrab!” pekik Gae Shin pelan.
“Eh, benar!! Kekekekek...” kata In RI sependapat.
“Ehhheeeemmm.. Sunbae Kang Min, sepertinya kau harus memisahkan ketiga yeoja ini, mereka berisik dari tadi.” Kata Taemin tanpa menurunkan kakinya dari meja.
“Eh? Taemin hyung.. baik lah. Kau! Nomor 05 dan 14 kalian tukar tempat dengan dua yeoja berkacamata itu.” Kata seorang sunbae, membuat Gae Shin dan Na Dae terpaksa pindah dan digantikan dua yeoja berkacamata yang sepertinya sangat-sangat pendiam.
************************************************



TBC...
kelanjutan FF ini bisa ditunggu segera..
--SEMOGA----
Saya kan sudah bilang kalo saya lagi hiatus!!




Minggu, 27 Maret 2011

SHINee's Member

• Kata Jonghyun “Sejak trainning sampe sekarang satu-satunya yang bernyanyi sangat baik, dance yang baik pula adalah Key…”.
• Jonghyun sangat menginginkan kaki kecil seperti taemin karena itu sangat lucu dan unik.
• Jonghyun Memilih key sebagai appa terbaik dan taemin sebagai appa terburuk *taemin kan pantesnya jadi maknae*
• Jonghyun Selalu ingin bersama key oppa sampai kapanpun
• Key sangat menginginkan jiwa muda Pangeran Cute Taemin maknae
• Kalau onew jadi cewek , dia pasti bakal milih “Key” jadi pacarnya,tapi Key Oppa sendiri ogah… karena dia sukanya ama si maknae taemin. Gimana donk?”*gubrak!*
• Walaupun Key sukanya ama Taemin tapi Taemin Bakal memilih Minho sebagai cowoknya kalau dia cewek. *waduh cinta segitiga nih!* kekekekeke
• Menurut minho , Key itu Sopan ,Ramah dan bertingkah baik kepada semua orang dan kepada shawol terutama saat penampilan di panggung, dia selalu bersikap sopan kepada semuanya.
• Bakal milih Taemin sebagai cowoknya kalau dia adalah cewek. Makanya setiap kali Minho deket sama Taemin, Taemin selalu ngegodain bilang “are you feel hot beside me ?” *Minho-aaahhh… Taemin Milik Key Oppa tauuu… kekekekekeke*
• Taemin bilang kalo saat Key Oppa berbicara seperti anak kecil (imut loh maksudnya). Key:” aku gag imut! Waktu itu aku lapar,dan minho selalu berbicara terus kepadaku dan menggodaku aku langsung bicara dengan sok imut kepada minho (“Aku Lapar! Aku ingin makan!”)” *bener kok kata taemin,Key oppa nthu imut… kekekekeke*
• Key seneng banget sama Taemin, buktinya dia suka gendong – gendong Taemin. Taemin suka takut sama Key soalnya takut Key suka beneran sama dia.
• Minho Tidak banyak ngomong. Tipe ice prince laahh. Tapi biasanya Minho membela diri dengan bilang, “Bagaimana aku mau bicara kalau member lain tak berhenti ngoceh??”
• Kata Onew waktu pertama kali melihat Minho, “dia seperti karakter di manga”. Kalau kata Key “dia hidup penuh dengan keegoisan”. Kalau kaya Jonghyun, “wah, dia tampan sekali!!! terutama matanya sangat bagus !”
• Kesan pertama Minho saat melihat Taemin . “Dia Lucu . Dia Seperti Kakak saya!”
• Kata Jonghyun, Minho itu kalau naik ke atas panggung ekspresi mukanya berubah jadi dewasa tapi kalau udah turun panggung balik lagi cengengesan.
• Kata member laen, Minho itu orangnya sangat perfeksionis. Inginnya segala hal sejalan dan harus perfect ! Pernah waktu itu di salah satu show dia salah nyanyiin lirik lagu Rokkugo terus waktu turun stage mukanya langsung merah terus nangis di ruang make up sampe di tenangin sama Taemin.
• Menurut Minho gaya ngerap Key di Lagu Get Down sangat bagus dan cepat apalagi Key kebagian nada tinggi. *Minho oppa… Key juga membanggakanmu kok…*
• Menurut Jonghyun kebiasaan aneh minho yaitu selalu menganggap serius lelucon mereka,sehingga mereka memastikan kalau mereka sedang bercanda,Key menambahkan “Minho bilang,kita bisa bercanda dengan orang lain tapi bukan dia.”
• Biasanya Onew banyak senyum, tapi kata Taemin: Onew keliatan aneh kalo lagi serius.
• Kata Onew, Jonghyun itu harpa, Key itu seperti namanya; kunci, Minho seperti sebuah buku, dan Taemin kayak drum.
• Onew berpikir bahwa menghabiskan uang untuk Taemin adalah pemborosan.
• Ketika ditanya “Apa kelebihan yang dimiliki oleh seorang leader?” Onew menjawab, “Kita semua tampan.”
• “Diantara semua member SHINee, yang hampir sempurna adalah aku!” kata Onew.
• Taemin suka diomelin sama Key gara-gara Taemin suka kedip-kedip kalau udah di depan kamera.
• Taemin mengagumi Onew oppa karena Vokal Charisma nya. Dia ingin juga mempunyai suara yang seperti itu.
• Dengan Polosnya Taemin memiliki kata-kata andalannya yaitu “Aku benar-benar tidak tahu apa-apa!”
• Bakal membantu Key dalam menaikkan mood member lain yang dengan sukses dihancurkan oleh Onew.
• Di Hello Baby, SHINee disuruh belanja ,dan yang dibeli taemin adalah susu,ciki,dan coklat. Tadinya dia mau ngambil ice cream tapi gg di bolehin ama minho Karena mereka belanja terlalu banyak. Dan ternyata mereka Cuma dikasih uang 30.000 won(Rp. 300.000) ,akhirnya minho mengurangi belanjaannya yaitu chiki kesukaan taemin tapi taemin gg mau. Tapi uangnya masih kurang,taemin di telpon onew di suruh kesalon karena yoogeun nangis,teamin langsung kabur meninggalkan hyungnya.*dasar! Bandel! Kekekekeke*
• Banyak yang bilang Taemin imut tapi dia sama sekali tidak mau dibilang imut, kalau ada yang bilang di imut dia akan ngadu ke member lainnya dan bilang “Kenapa semua bilang aku imut? Aku itu manly hyung..” dan para Hyungnya hanya nganguk-nganguk.
• Saat Taemin dan Jonghyun Sesudah Belanja untuk bertarung Baby Style Baby Yoogeun , masih sempet2nya plus berani2nya beli Ice Cream hanya dengan uang 1000 won padahal harganya di rata2 2500 won, saking pengennya dia merayu penjual nya ,dia minta sama pembelinya apakah dapat hanya dengan uang segini??? Ayolah,,, setengahnya saja kata jonghyun. Mereka sepakat untuk melakukan dance dan menyanyi,dan di kasih sama penjualnya. Lucunya pas udah dikasih mereka minta yang rasa pisang! *gubrak! Dasar Gila! Udah di kasih juga ,malah minta aneh-aneh! Kekekekekekeke*
• Taemin dan Jonghyun Pernah membuat marah Key ketika mereka melemparkan salju kearah Key dan kena tubuhnya.
• Menurut Jonghyun ,Taemin adalah orang yang tenang. Ya … Cool gitu Deh,,,,Makanya Jonghyun suka ngobrol dengannya.
• Member yang ingin Taemin ajak ke pulau terpencil adalah Key Hyung. *waduuuhh… satu hati ama Key Oppa ya???*

Other Information

Ikuti Terus Blog ini ya...
Oiya,, bagi para pengikut,, Add FB aku juga ya.. di Indriyanti Agutina Putri dan my twitter @2096park